Kenalan sama kami yuk…
Dari ribuan jenis satwa yang ada di Indonesia, kurang lebih sekitar 294 jenis flora fauna yang sudah masuk ke dalam daftar spesies yang terancam punah.
Tau gak sih wak,
Dari daftar satwa yang terancam punah tersebut tidak sedikit merupakan hewan endemik Kalimantan loh. Berikut satwa endemik Kalimantan,yang sudah masuk daftar hewan dilindungi.
1. Bekantan

Nah siapa nih yang gak tau sama hewan satu ini?
Bekantan adalah monyet yang memiliki hidung besar dan panjang. Monyet jenis ini hanya ditemukan pada spesies jantan, dan inilah yang membedakan bekantan dengan jenis monyet lainnya. Bekantan jantan memiliki tubuh yang lebih besar dari pada bekantan betina, dengan ukuran mencapai 75 cm dan berat 24 kg. Sedangkan untuk betina, memiliki ukuran 60 cm dengan berat hanya 12 kg.
Bekantan memiliki perut besar, karena kebiasaannya dapat mengkonsumsi makanan dengan porsi yang banyak. Selain memakan biji-bijian dan buah, bekantan juga memakan dedaunan yang menghasilkan gas saat dicerna. Hal tersebut yang menyebabkan perut bekantan menjadi buncit dan besar. Bekantan merupakan satwa yang hampir punah, dan dilindungi.
2. Pesut Mahakam

Pesut Mahakam adalah ikan air tawar yang memiliki kepala berbentuk bulat dengan ukuran kedua mata yang kecil. Ikan ini berkulit abu-abu dengan warna lebih pucat di bagian bawahnya, serta tidak memiliki pola-pola khas ditubuhnya. Bentuk sirip dada lebar serta membundar, dan ia hanya bergerak dalam kawasan kecil.
Tau gak sih wak, Pesut Mahakam hidup di dalam air yang mengandung lumpur loh, tapi pesut merupakan ahli dalam mendeteksi serta menghindari adanya rintangan-rintangan yang dapat membahayakan dirinya. Karena pandangan Pesut Mahakam tidak terlalu baik.
Pesut mahakam saat ini menjadi kritis, karena populasinya yang terus menurun akibat lalu lintas di perairan Sungai Mahakam yang kian padat, serta tingginya tingkat erosi dan juga pendangkalan Sungai akibat pengelolaan hutan disekitar Sungai Mahakam. Kondisi dan keberadaan ikan pesut mahakam diperkirakan dalam kondisi terancam punah. Mengingat ikan Pesut Mahakam hanya memakan udang dan ikan-ikan kecil, ia harus berebut untuk mendapatkan kebutuhan makanan mereka dengan para nelayan yang juga mencari udan serta ikan untuk dikonsumsi dan dijual. Kasian ya wak..
3.Kucing Merah

Kucing merah adalah satwa yang memiliki ukuran tubuh lebih kecil dari pada kucing emas Asia. Jenis Kucing ini memiliki bulu berwarna coklat terang dan pucat. Bulu bagian kaki dan juga ekor berwarna merah agak pucat. Bentuk ekor memanjang serta meruncing keujung, dengan garis putih di bagian bawah ekor.
Untuk mengenali kucing merah dapat dilihat dari bentuk kepalanya yang kecil, pendek dan bulat dengan warna coklat gelap keabu-abuan. Pada bagian kepala juga terdapat dua garis gelap yang berasal dari setiap sudut matanya. Pada bagian telinga kucing memiliki warna yang keabu-abuan dengan sedikit bintik-bintik putih yang ada di tengah serta bawah dagu. Dua garis coklat samar terdapat di sekitar bagian pipi.
Eits, tapi ini bukan kucing seperti dirumah kalian ya wak.. Hehe
4. Owa Kalimantan

Owa Kalimantan adalah satwa yang memiliki tubuh berukuran sedang. Ukuran kepala dan tubuh owa jantan dewasa sekitar 462 milimeter (mm) hingga 475 mm, sedangkan betina memiliki ukuran yang lebih besar sekitar 495 mm-496 mm. Owa jantan memiliki berat tubuh antara 4,9kg hingga 6,5 kg, sementara berat sang betina bisa mencapai 5,9 kg hingga 6,8 kg. Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN) hingga saat ini, owa Kalimantan kini berada dalam status kritis. Tau penyebabnya wak?
Hal ini disebabkan karena berkurangnya luas hutan rawa gambut yang merupakan habitat asli satwa endemik Kalimantan ini.
5. Biawak Kalimantan

Biawak asli Kalimantan ini dikenal dengan nama biawak tidak bertelinga loh wak. Biawak ini memiliki ciri hidung tumpul, serta telinga yang tidak terlihat. Biawak ini memiliki warna coklat tua pada bagian atasnya, dengan perut bawah berwarna coklat muda. Biawak Kalimantan memiliki warna coklat tua pada tubuh bagian atas, dengan perut bawah berwarna coklat muda. Sangat unik ya wak..
Selain itu, biawak Kalimantan mempunyai kelopak mata transparan yang letaknya lebih rendah dimanding dengan jenis biawak pada umumnya. Biawak Kalimantan memiliki kulit bergerigi pada seluruh tubuhnya seperti buaya, dimana gerigi ini tersusun membentuk garis mulai dari bagian kepala sampai bagian ekor.
6. Burung Enggang Gading

Karena digemari kolektor dan pembeli, Enggang Gading yang juga dikenal sebagai Rangkong Gading di Kalimantan terancam punah. Terutama pembeli di Cina memburu paruh burung ini.
Apa sih yang paling mencolok dari Enggang Gading ini wak?
paruhnya, ya paruh besarnya yang berwarna kuning kemerahan dan terlihat seperti gading. “Gading Merah” itulah sekarang makin diburu para penggemar satwa langka yang eksotis, terutama di Cina.
Selama beberapa dekade sebelumnya, pemburu di hutan Kalimantan Barat terutama fokus menangkap orangutan dan beruang madu untuk dijual. Tapi dalam beberapa tahun terakhir ada lonjakan permintaan untuk enggang gading, yang menyebabkan spesies burung ini terancam punah.
Di pasar gelap, paruh enggang gading bisa dijual lima kali lebih mahal daripada gading gajah. Bagi banyak pembeli, paruh itu hanya digunakan sebagai hiasan atau asesori untuk dipajang di rumahnya sebagai pameran status.
Produk ini telah menjadi begitu populer di Cina, di mana kolektor kaya tertarik untuk memamerkan status dengan membeli hewan langka atau eksotis.
7. Orang Utan

Tau hewan ini wak? Ya, dia orang utan
Populasi orang utan mengalami penurunan yang luar biasa dalam kurun waktu satu abad terakhir. Menurut data WWF, satu abad yang lalu, populasi orang utan diperkirakan mencapai 230.000 ekor. Namun saat ini menyusut hingga kira-kira 50% populasinya. Populasi orang utan Kalimantan diperkirakan saat ini sekitar 104.700 ekor, populasi orang utan Sumatra diperkirakan sekitar 14.613 ekor dan populasi orang utan Tapanuli diperkirakan hanya sekitar 800 ekor di alam. Orang utan Tapanuli adalah spesies orang utan yang paling terancam. Dengan jumlah populasinya yang terus menyusut tersebut, IUCN Redlist menyatakan orang utan berstatus Critically Endangered/CR. Orang utan termasuk dalam Appendiks I CITES yang artinya satwa ini tidak boleh diperdagangkan. Pemerintah Indonesia juga melindunginya dengan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.
Apakah kalian tau penyebab terancam punah nya orang utan wak?
Penyebab terancamnya populasi orang utan yang paling utama adalah faktor deforestasi dan kerusakan habitat yang banyak terjadi karena konversi hutan untuk perkebunan kelapa sawit ataupun untuk lahan-lahan pertanian lainnya. Miris ya wak…
Orang utan juga merupakan target yang mudah untuk perburuan liar karena badannya yang besar dan gerakannya yang lamban. Indukan orang utan yang ditemukan oleh pemburu liar pada umumnya akan dibunuh dan anakan orang utan akan diambil untuk dijadikan peliharaan. Taiwan merupakan salah satu negara yang banyak mengimpor orang utan, secara illegal tentunya, untuk dijadikan satwa peliharaan. Orang utan juga memiliki angka reproduksi yang sangat rendah. Seekor induk orang utan hanya akan melahirkan seekor bayi orang utan setiap 3-5 tahun sekali sehingga ketika terjadi penurunan populasi, orang utan akan sangat sulit untuk pulih. Dengan tekanan manusia yang semakin besar terhadap habitatnya, maka orang utan bread di ambang kepunahan.
Yuk wak, kita lestarikan alam Kalimantan kita ini untuk masa depan yang lebih baik